Jokowi-Prabowo-Bertemu Begini Nasib Rupiah
Jokowi-Prabowo-Bertemu Begini Nasib Rupiah

Sabtu lalu Presiden Joko Widodo atau yang kerap dipanggil Jokowi mengadakan pertemuan dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Hal yang tak terduga setelahnya, ialah nilai tukar rupiah mendadak meninggi, tepatnya pada hari Senin, 15 Juli 2019.

Mulai pukul 9.58 pagi, yang awalnya Rp. 14.008 per dolar AS, kini rupiah menjadi 13.949 per dollar AS. Ini artinya rupiah menguat 59 poin atau 0,42 persen.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Bank Mandiri, beranggapan bahwa menguatnya rupiah ini disebabkan oleh faktor eksternal dan juga bertepatan dengan pasca berakhirnya pilpres. Dengan kata lain, pertemuan Jokowi dan Prabowo memungkinkan menjadi penyebab dan mereka memiliki andil dalam menguatnya rupiah.
Rully juga mengatakan,”Penguatan rupiah didorong sinyal “dovish” The Fed dan kondisi politik domestik yang semakin kondusif.”

“Karena pekan ini, tidak adanya rilis data terbaru, sentimen dari faktor eksternal terutama Amerika Serikat, boleh dikatakan tidak akan terlalu berpengaruh banyak terhadap nilai tukar”, tambah Rully.

“Kami berharap BI akan potong 25 bps jadi 5,75 persen,” pungkas Rully.

Rully mengatakan kalau pekan ini, pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang ditunggu para pelaku pasar lah yang justru lebih berpengaruh.

Terlebih lagi, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, tepatnya pada hari Senin, mengindikasikan bahwa rupiah menguat menjadi Rp13.970 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya yakni, Rp14.085 per dolar AS.

IMEI Smartphone Kamu Sudah Resmi? Cek Disini

Previous article

VIRAL! Sneaker Ini Dihargai Sekitar 6 Miliar Rupiah. Senakers Apa Itu?

Next article

You may also like

More in Berita

Beri Komentar